Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kartini sebagai momen penting untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Tahun ini, peringatan Hari Kartini dirayakan dengan penuh semangat di berbagai daerah, mulai dari upacara, lomba kebaya, hingga seminar pendidikan perempuan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini tetap relevan. Perempuan Indonesia kini telah banyak berkontribusi di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga kepemimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini telah membuka jalan bagi generasi perempuan untuk meraih kesempatan yang setara.
Terbukti dari salah seorang siswi SMK Muhammdiyah 5 Purwantoro juga menyumbang sejumlah prestasi yakni Rasti Riva Amalia. Rasti merupakan salah seorang siswi kelas XI TAB yang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa Teknologi Kendaraan Berat Dikmen Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh pada 13 hingga 16 April 2026. Peserta Lomba Kompetensi Siswa biasanya diikuti oleh para siswa laki-laki, namun untuk pertama kalinya terdapat dua peserta perempuan yakni Rasti Riva Amalia dari SMK Muhammdiyah 5 Purwantoro dan Nia Aulia Jayanti dari SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh.

Di SMK Muhammdiyah 5 Purwantoro dilaksanakan apel pagi sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini, selain itu para guru dan karyawan ikut mengenakan pakaian adat dan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan perjuangan Kartini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi agar generasi muda memahami pentingnya kesetaraan gender dan pendidikan bagi semua.

Pemerintah dan berbagai organisasi juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat terus mendukung pemberdayaan perempuan. Kampanye tentang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan perempuan semakin digencarkan, sejalan dengan semangat Kartini yang ingin melihat perempuan Indonesia maju dan mandiri. Hari Kartini bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Semangat emansipasi harus terus dijaga agar perempuan Indonesia semakin berdaya dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
