
Gambar foto : Lensa Muhima
SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro, sebagai sekolah kejuruan beruapaya mendorong meningkatkan kompetensi peserta didiknya dengan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pendidikan yaitu “Program SMK Pusat Keunggulan merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya. Selain itu, ada program pendampingan yang dirancang untuk membantu SMK PK dalam pencapaian output. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi criteria”.
SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro dengan menggandeng mitra DUDI yang bekerjasama bahu-membahu mendorong siswa agar memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha Dunia Industri melalui program PKL berbasis Industri. Sejalan dengan teori yang telah dikemukankan oleh Charles Allen Prosser (1871 – 1952) yang dikenal dengan Bapak Sekolah Kejuruan (Vokasi).
Charles Allen Prosser (1871-1952) adalah seorang praktisi dan akademisi Amerika Serikat yang dianggap sebagai bapak pendidikan kejuruan, terutama di Amerika. Prosser juga adalah seorang guru Fisika dan Sejarah di New Albany High School dan mendapatkan gelar PhD dari Columbia University. Di kalangan akademisi pendidikan vokasi dan kejuruan di Indonesia, Prosser cukup dikenal sebagai penyusun 16 Prinsip Pendidikan Vokasi atau sering juga disebut sebagai 16 Dalil Prosser.
Berikut ini adalah Prinsip-prinsip Pendidikan Kejuruan (Vocational School) menurut Charles Allen Prosser atau yang biasa dikenal juga dengan istilah 16 Dalil Prosser, sebagai berikut :
- Pendidikan kejuruan akan efisien jika lingkungan di mana siswa dilatih merupakan replika lingkungan di mana nanti ia akan bekerja
- Pendidikan kejuruan akan efektif hanya dapat diberikan di mana tugas-tugas latihan dilakukan dengan cara, alat, dan mesin yang sama seperti yang diterapkan di tempat kerja
- Pendidikan kejuruan akan efektif jika dia melatih seseorang dalam kebiasaan berpikir dan bekerja seperti yang diperlukan dalam pekerjaan itu sendiri
- Pendidikan kejuruan akan efektif jika dia dapat memampukan setiap individu memodali minatnya, pengetahuannya, dan keterampilannya pada tingkat yang paling tinggi
- Pendidikan kejuruan yang efektif untuk setiap profesi, jabatan, atau pekerjaan hanya dapat diberikan kepada seseorang yang memerlukannya, yang menginginkannya, dan yang dapat untung darinya
- Pendidikan kejuruan akan efektif jika pengalaman latihan untuk membentuk kebiasaan kerja dan kebiasaan berfikir yang benar diulangkan sehingga pas seperti yang diperlukan dalam pekerjaan nantinya
- Pendidikan kejuruan akan efektif jika gurunya telah mempunyai pengalaman yang sukses dalam penerapan keterampilan dan pengetahuan pada operasi dan proses kerja yang akan dilakukan
- Pada setiap jabatan ada kemampuan minimum yang harus dipunyai oleh seseorang agar dia tetap dapat bekerja pada jabatan tersebut
- Pendidikan kejuruan harus memperhatikan permintaan pasar (memperhatikan tanda-tanda pasar kerja)
- Proses pembinaan kebiasaan yang efektif pada siswa akan tercapai jika pelatihan diberikan pada pekerjaan yang nyata (pengalaman sarat nilai)
- Sumber yang dapat dipercaya untuk mengetahui isi pelatihan pada suatu okupasi tertentu adalah dari pengalaman para ahli pada okupasi tersebut
- Setiap okupasi mempunyai ciri-ciri isi yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya
- Pendidikan kejuruan akan merupakan layanan sosial yang efisien jika sesuai dengan kebutuhan seseorang yang memang memerlukan dan memang paling efektif jika dilakukan lewat pengajaran kejuruan
- Pendidikan kejuruan akan efisien jika metode pengajaran yang digunakan dan hubungan pribadi dengan peserta didik mempertimbangkan sifat-sifat peserta didik tersebut
- Administrasi pendidikan kejuruan akan efisien jika dia luwes dan mengalir daripada kaku dan terstandar
- Pendidikan kejuruan memerlukan biaya tertentu dan jika tidak terpenuhi maka pendidikan kejuruan tidak boleh dipaksakan beroperasi
Gambar Program PKL SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro

Foto : Penyerahan PKL Program Tata Busana Ke PT TOP and TOP Apparel

Foto : Program PKL Jurusan Otomotif Ke CV. Laksana Karoseri

Foto : Program PKL Program Konsentrasi TKRO di Astra Daihatsu

Foto : Program PKL Program Konsentrasi TKRO di Kenanga Motor


Foto : Program PKL Program Konsentrasi TBSM di AHASS HONDA
